Tampilkan postingan dengan label Murai Batu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Murai Batu. Tampilkan semua postingan

Tipe Ekor Murai Batu


Tipe Ekor Murai Batu - Siapa tidak kenal Sang maetro Murai Batu Indonesia, dialah Almarhum Koh Abun, salah satu jagonya yang sangat terkenal seperti si COBRA.Anakan atau cucu si Cobra sekarang ini banyak yang prestasi, seperti contoh punya rekan KM Om Widodo3C yang bisa bertengger dengan Murai batu sekelas Nasional, juga beberapa trah Cobra sekarang ini dipegang manik Murai sering prestasi juga. Saya sering kontak beliau untuk menimba ilmu tentang permuraian, orangnya ramah dan tidak pelit ilmu walau sama pemula.

Inilah hasil bincang-bincang dg beliau, dan pembahasan ini sudah didokumentasikan oleh Wartawan, bukunya bisa dibeli di Gramedia.

Base on typenya, ekor beberapa MB dapat digolongkan menjadi:

1. UKuran di pangkal SEDANG, di tengah BESAR, di ujung SEMAKIN BESAR
2. Ukuran di pangkal SEDANG, di tengah BESAR, di ujung SEDANG
3. Ukuran di pangkal SEDANG, di tengah BESAR, di ujung KECIL
4. Ukuran di pangkal SEDANG, di tengah BESAR, di ujung BESAR

MB Lampung biasanya mempunyai type ekor SEDANG-BESAR-BESAR. Kemampuan ini mengakibatkan MB Lampung dapat leluasa menggerakkan ekornya saat berkicau. Makanya banyak juga MB Lampung yang prestasi.

Sebaliknya MB Medan tidak dapat menggerakkan ekornya kala berkicau sebab ekornya yang panjang dan tebal, (SEDANG-BESAR-SEMAKIN BESAR).

Ekor MB menentukan daya tempur saat berlaga. Saat berkicau MB akan menggerak-gerakan ekor ke atas dan ke bawah. Ekor yg terlalu besar dan panjang membuatnya cepat lelah kala berkicau. Untuk menyiasati itu terutama MB Medan, pilihlah ekor yg bertipe sedang di dipangkal, besar diujung, dan besar di tengah (SEDANG-BESAR-BESAR). Hindari ekor yang bercabang dan memiliki tipe SEDANG-BESAR-SEMAKIN BESAR.

Menurut Abun, ekor MB Medan yang terbaik adalah MB yang memiliki ekor LURUS dan RAPAT!

Cara Merawat Murai Batu Liar

Cara Merawat Murai Batu Liar - Banyak para pecinta burung khususnya yang seneng dengan burung murai batu membeli burung tangkapan hutan, atau muda hutan yang masih liar, kemungkinan karena menyesuaikan isi kantong mereka masing-masing.

Mengapa diantara mereka membeli burung hasil tangkapan hutan, padahal burung liar sangatlah riskan akan kematian di karenakan burung tersebut belum terbiasa dipelihara oleh manusia, hasilnya pada burung tersebut adalah, burung menjadi rusak bulunya atau ekornya, diatas paruh atau moncongnya pastinya pada berdarah, burung tidak mau makan apalagi mengoceh, burung tidak mau anteng atau diam dan selalu nabrak-nabrak jika kita dekati dan masih banyak lagi karakter burung liar di dalam sangkar.

Karena itu untuk memelihara burung liar khususnya Burung Murai Batu ini ada beberapa Langkah perawatannya dan sebenarnya sangat sederhana, kita hanya cukup menghindari tindakan-tindakan yg akan menambah tingkat stressnya.

Tips ini tidak juga di peruntukan untuk burung murai saja, anda bisa menerapkannya kepada burung-burung liar lainnya dan bisa ada sesuaikan dengan karakter dan jenis burung masing-masing, dan di bawah ini adalah cara menjinakkan Burung Murai Batu yang masih liar atau giras, di ataranya adalah :
  • Gantangkan MB di tempat yg tenang, tdk sering dilewati orang, jauh dari suara2 bising atau yg bisa mengejutkannya, mempunyai sirkulasi udara yg baik & tidak terlalu panas (di atas 26derajat C) sperti di bawah atap seng.
  • Pada awal tiba di rumah bisa gunakan krodong dulu selama lebih kurang 1 minggu. Berikan multivitamin pada air minum & bila dirasa perlu berikan juga antibiotic untuk langkah antisipasi, karena kita tdk tau kondisi kesehatan MB yang sebenarnya pada saat kita beli. Ganti air minum dan bersihkan tempatnya dari endapan vitamin setiap hari.
  • Jangan terlalu tergesa-gesa untuk mengenalkan MB ( Murai Batu ) /  MH ( Muda Hutan ) dengan lingkungan yang ramai. Hasilnya bukan MB menjadi jinak tetapi kemampuan adaptasinya menjadi lambat dan yg lebih parah tingkat stressnya bisa menjadi semakin tinggi.
  • Juga tidak perlu tergesa-gesa mengajari MB MH ngevoer Berikan saja pakan kesukaan dia, seperti jangkrik, kroto, belalang, UH, UB atau yg lainnya. Berikanlah makanan dengan kuantitas yang cukup dan kualitas yang baik ( jangkrik yang sehat, kroto segar / tidak basi, dll ).
  • Jika ingin menjemur MB, jemurlah sebentar pada pagi hari.
  • Kalau ada indikasi MB kutuan, tidak perlu tergesa2 untuk mengobati dengan obat kutu, terlebih yang disemprotkan dengan air.
  • Intinya tunggulah dengan sabar sampai gejala stress hilang. Indikasinya, MB MH terlihat tenang, sehat, aktif, sorot matanya bersih & syukur-syukur mulai ngriwik atau ngeplong.

Mengajari MB MH makan voer ( Ngevoer )

  • Pilih voer yang sesuai untuk MB & usahakan yangg mudah memperolehnya di tempat kita.
  • Haluskan voer & taruh didasar cawan lalu masukan kroto pada bagian atas. Pd tahap awal tidak perlu diaduk.
  • Setelah kira2 7 hari coba aduk kroto dengan voer halus, dengan komposisi lebih banyak kroto daripada voernya.
  • Coba tingkatkan porsi voer secara bertahap setiap hari.
  • Setelah yakin MB mau makan voer ditandai dg warna kotorannya, baru tempatkan voer & kroto pd cawan terpisah.

Pemilihan Sangkar

Bisa di coba dengan menggunakan sangkar yang tidak terlalu besar dahulu pada perawatan awal MB MH. Tujuannya untuk memudahkan mengajari MB keluar masuk sangkar ke keramba untuk mandi.

Mandi

Pada tahap awal masukan cepuk mandi ke dalam sangkar pada pagi hari. Letakan pada posisi cepuk tidak terkena kotoran, Semprot halus MB dengan sprayer, tidak perlu basah & tinggalkan saja. Lakukan setiap hari sampai dia mau mandi sendiri dalam cepuk. Sebenarnya untuk mandi kita tidak perlu mengajari, karena MB kalau sudah didis secara naluriah akan mandi sendiri.

Kalau sdh terbiasa mandi daalm cepuk, coba ajarkan masuk ke dalam keramba mandi. dengan meninggalkan cukup 1 tangkringan saja & memindahkannya ke depan pintu sangkar. Biasanya denga sedikit menggusah MB akan melompat masuk keramba mandi.

Kapan MB MH mulai boleh dimandikan? bisa memulainya setelah gejala stress sudah tidak terlihat lagi & yakin MB MH sudah sehat. Ada anggapan bahwa baru boleh dimandikan setelah MB ngevoer, menurut saya tidak sepenuhnya benar. Sebab saya pernah ngerawat MB MH sampai bertahun2 belum mau ngevoer.

Penjinakkan

Taruh sangkar di lantai setiap kita memberi pakan/EF. Jika MB mulai tenang mulailah kenalkan dengan keramaian secara bertahap. Gantang dari jauh dulu sambil setiap beberapa hari didekatkan. Untuk jinak total sebenarnya kecil sekali kemungkinannya, tetapi setidaknya MB MH dapat beradaptasi & mentoleransi keramaian.

Jemur

Saya biasa mengeluarkan MB pagi-pagi sekali sebelum matahari bersinar dan menggantangnya di tempat di mana apabila sinar matahari pertama memancar langsung mengenai MB. Pada tahap awal cukup jemur sebentar saja (sekitar 30 menit). Setiap beberapa hari terus ditingkatkan lama penjemurannya. Perlu diingat jagan menjemur MB sampai mangap dan tampak terengah-engah, itu pertanda MB terkena Heat Stress ( Strees Banget )

Umur berapa MB MH mulai ngeplong

Tdk ada batasan pasti. Semuanya tergantung bakat MB dan pola perawatan yang tepat terhadap MB kita. Asal MB sehat secara fisik dan mental “Pasti Bunyi”.

Murai Batu Medan Super

Murai Batu Medan - Murai Batu merupakan salah satu koleksi favorit penggemar burung berkicau. Suaranya yang merdu dan bervariasi, serta ekornya yang lebih panjang dari badannya menjadi daya tarik utama burung ini. Spesies burung ini bermacam-macam menurut tempat hidupnya: Murai Batu Aceh, Murai Batu Nias, Murai Batu Lampung, Murai Batu Lahat, Murai Batu Borneo, dan murai batu medan.

Murai Batu Paling Favorit?

Di antara yang lainnya, Murai Batu Medan adalah jenis yang memiliki banyak penggemar, meskipun habitat asli burung ini bukan di Medan. Hanya saja, dahulu burung ini berkumpul di Medan sebelum menuju daerah-daerah lain. Beberapa hal yang membuat burung kicau ini paling digemari daripada jenis lainnya adalah badannya yang tegap dan berukuran lebih besar daripada Murai Batu lain yang terdapat di Indonesia. 

Selain itu, bentuk kepala Murai Batu jenis ini lebih bulat dan bagus dibandingkan dengan Murai Batu yang lain. Terlebih, variasi kicau burung anggun ini juga lebih banyak, serta intonasinya lebih jelas dan keras. Burung cantik ini juga cocok menjadi peliharaan karena spesies Medan ini lebih mudah dijinakkan.


Cirinya?

Sekarang ini semakin sulit menemukan Murai Batu Medan super atau asli. Namun, burung ini masih dapat dikenali dari kaki dan ekornya. Warna kaki burung jenis ini biasanya merah kehitaman, namun semakin tua akan semakin menghitam. Jenis burung kicau nan elok ini memiliki warna bulu yang hitam mengkilap, khususnya ekornya, sehingga akan muncul warna kebiruan saat terkena sinar mata hari secara langsung. 

Bulu ekor Murai Batu yang dilabeli Medan ini lebih panjang daripada badannya, dan jenis berlabel ibukota Sumatra Utara inilah yang memiliki ekor paling panjang di antara yang lainnya, tergantung pada besar kecilnya ukuran badan burung. Selain itu, terdapat empat pasang bulu berwarna putih pada ekornya, serta muncul garis hitam memanjang dari pangkal bulu yang membagi bulu ekor menjadi dua bagian. Biasanya bulu ini membentuk huruf U. Para penggemar burung harus berhati-hati dalam mencermati ciri khusus burung idola ini agar tidak tertipu saat membelinya.