Burung Kenari Kontes dan Indukan

Memilih bakalan indukan burung kenari pasti sudah menjadi perencanaan setiap pengusaha ternak kenari. Pemilihan ini ditujukan untuk mendapatkan indukan kenari berkualitas maupun kenari untuk kontes. Kali ini, Ternak Pintar akan memberikan beberapa tips penting dalam memilih indukan maupun kenari kontes terbaik.
Banyak pembudidaya kenari memilih cara sendiri, yaitu dengan membeli kenari murah dengan perawatan sendiri, ada juga yang menggunakan cara instan yaitu dengan membeli kenari menang kontes.
Berikut beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan atau bakalan pada burung Kenari
  1. Berkelamin jantan, ciri dan karakter burung Kenari jantan dapat dilihat bentuk tubuh yang serasi, mengeluarkan suara cuit yang lebih nyaring dan keras. Pilihlah kenari jantan yang memiliki vent lebih besar dan panjang.
  2. Bentuk paruh proporsional, sebaiknya pilih bentuk paruh kenari yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang.
  3. Kepala kenari berbentuk kotak. Ini menandakan burung ini mempunyai mental tempur dan semangat yang baik.
  4. Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang (tidak terlalu gemuk dan terlalu kurus) dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bakalan kenari yang berleher dan berbadan pendek.
  5. Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan kenari tersebut sehat. Pilihlah kenari yang berkaki besar dan terlihat kering. Sekedar memberitahu kalau warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental sang burung.
  6. Lincah dan bernafsu makan besar. Karakter burung kenari yang cukup tampak. Ini merupakan ciri-ciri kenari yang bermental baik.
  7. Leher panjang padat berisi. Hal ini cukup berpengaruh pada suara kenari. Menandakan burung ini dapat mengeluarkan kekuatan suara secara maksimal.

Itulah tadi beberapa tips memilih bahan bakalan burung kenari indukan maupun untuk kontes. Apabila semua ciri-ciri di atas sudah ada pada burung kenari anda, bukan tidak mungkin harga jual kenari anda semakin melambung.

Demikian sedikit tips dari Ternak Pintar, semoga bermanfaat.

Tipe Ekor Murai Batu


Tipe Ekor Murai Batu - Siapa tidak kenal Sang maetro Murai Batu Indonesia, dialah Almarhum Koh Abun, salah satu jagonya yang sangat terkenal seperti si COBRA.Anakan atau cucu si Cobra sekarang ini banyak yang prestasi, seperti contoh punya rekan KM Om Widodo3C yang bisa bertengger dengan Murai batu sekelas Nasional, juga beberapa trah Cobra sekarang ini dipegang manik Murai sering prestasi juga. Saya sering kontak beliau untuk menimba ilmu tentang permuraian, orangnya ramah dan tidak pelit ilmu walau sama pemula.

Inilah hasil bincang-bincang dg beliau, dan pembahasan ini sudah didokumentasikan oleh Wartawan, bukunya bisa dibeli di Gramedia.

Base on typenya, ekor beberapa MB dapat digolongkan menjadi:

1. UKuran di pangkal SEDANG, di tengah BESAR, di ujung SEMAKIN BESAR
2. Ukuran di pangkal SEDANG, di tengah BESAR, di ujung SEDANG
3. Ukuran di pangkal SEDANG, di tengah BESAR, di ujung KECIL
4. Ukuran di pangkal SEDANG, di tengah BESAR, di ujung BESAR

MB Lampung biasanya mempunyai type ekor SEDANG-BESAR-BESAR. Kemampuan ini mengakibatkan MB Lampung dapat leluasa menggerakkan ekornya saat berkicau. Makanya banyak juga MB Lampung yang prestasi.

Sebaliknya MB Medan tidak dapat menggerakkan ekornya kala berkicau sebab ekornya yang panjang dan tebal, (SEDANG-BESAR-SEMAKIN BESAR).

Ekor MB menentukan daya tempur saat berlaga. Saat berkicau MB akan menggerak-gerakan ekor ke atas dan ke bawah. Ekor yg terlalu besar dan panjang membuatnya cepat lelah kala berkicau. Untuk menyiasati itu terutama MB Medan, pilihlah ekor yg bertipe sedang di dipangkal, besar diujung, dan besar di tengah (SEDANG-BESAR-BESAR). Hindari ekor yang bercabang dan memiliki tipe SEDANG-BESAR-SEMAKIN BESAR.

Menurut Abun, ekor MB Medan yang terbaik adalah MB yang memiliki ekor LURUS dan RAPAT!

Kenari Yorkshire, Jenis Kenari Import Yang Laris Diternak

Setelah memahami beberapa poin penting tentang karakter burung kenari, sekarang mari kita beranjak ke artikel selanjutnya yaitu mengenai jenis - jenis burung kenari. Pada artikel ini akan dijelaskan secara mendalam tentang jenis jenis kenari import, dimulai dari kenari yorkshire. Kenapa? Karena kenari yorkshire adalah burung kenari import yang paling digemari untuk ternak kenari. Banyak juga yang menjual kenari yorkshire hingga keluar negeri karena peminatnya yang juga tinggi.

Burung kenari yorkshire merupakan burung kenari hasil persilangan kenari lancheshire, norwich, dan belgian(akan dijelaskan lebih lanjut). Bentuk tubuh kenari yorkshire terlihat seperti buah wortel yang terbalik. Burung ini memiliki kaki yang panjang dan badan yang terlihat tegak. Dengan panjang maksimal 17 cm, kenari yorkshire adalah kenari terbesar dari semua jenis kenari yang beredar saat ini. Tujuan ternak kenari ini adalah agar burung kenari yang dibudidayakan tersebut memiliki dada besar, bahu, pinggang yang sempit, dan sikap yang kaku. Dan untuk penamaan istilah Yorkshire, itu adalah nama kota dimana jenis burung kenari ini dihasilkan dari proses persilangan untuk pertama kalinya.

Kenari yorkshire masuk dalam kategori "Type Canary" yang lebih menonjolkan bentuk tubuh dan ukuran agar terlihat anggun. Yang perlu anda ketahui tentang kenari yorkshire adalah gaya berdiri kenari yorkshire memiliki karakter yang membentuk seperti jarum jam pukul 5 lebih 7 menit jika bertengger menghadap ke kanan, dan kaki nya membentuk sudut arah jam 5. Untuk tubuh dan kepalanya menuju arah jam 1.

Kebanyakan peternak burung kenari Eropa, burung kenari yorkshire biasa disebut "The Guardsman" atau "Sang Penjaga". Itu karena sikap dan posisi nya yang terlihat seperti penjaga yang selalu berdiri tegap. Sering pula dikatakan sebagai "Gentleman of the Fancy" "Burung yang sopan" dikarenakan cara berdirinya yang cenderung kalem dan dingin.

Corak warna kenari yorkshire pun ada bermacam-macam mulai dari kuning pekat, orange jeruk (sunkist), bon (brown/buff), hijau, cinnamon, dan yang paling jarang ditemui adalah yorkshire warna putih. Merawat kenari jenis yorkshire memang menggiurkan, namun kita jangan hanya memikirkan sisi materiil saja, tetapi juga sisi kehidupan burung tersebut. Karena kenari ini juga merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang anggun dan memikat. Kenari yorkshire yang banyak beredar di Indonesia berasal dari Jerman, Belgia, Belanda, dan Inggris. Namun darimanapun asalnya, jenis kenari ini banyak dicari orang.

Jika kita tidak ingin gagal memelihara kenari yorkshire (dikarenakan stress, kematian, dll), sebaiknya kita membeli kenari yorkshire dari penangkar lokal saja, sehingga tidak perlu terlalu banyak membuang waktu untuk adaptasi/penyesuaian diri dengan iklim tropis di Indonesia. Kita tidak perlu khawatir tentang keaslian kenari yorkshire. Semua kenari yorkshire lokal sama kualitasnya dengan kenari yorkshire import karena awalnya burung ini juga hasil dari importir kenari yorkshire yang mengimpor dari negara-negara tersebut. Sedangkan jika kita membeli kenari yorkshire import, kita wajib berhati-hati dalam merawatnya terutama dalam masa penyesuaian dengan iklim tropis Indonesia.

Cara Merawat Murai Batu Liar

Cara Merawat Murai Batu Liar - Banyak para pecinta burung khususnya yang seneng dengan burung murai batu membeli burung tangkapan hutan, atau muda hutan yang masih liar, kemungkinan karena menyesuaikan isi kantong mereka masing-masing.

Mengapa diantara mereka membeli burung hasil tangkapan hutan, padahal burung liar sangatlah riskan akan kematian di karenakan burung tersebut belum terbiasa dipelihara oleh manusia, hasilnya pada burung tersebut adalah, burung menjadi rusak bulunya atau ekornya, diatas paruh atau moncongnya pastinya pada berdarah, burung tidak mau makan apalagi mengoceh, burung tidak mau anteng atau diam dan selalu nabrak-nabrak jika kita dekati dan masih banyak lagi karakter burung liar di dalam sangkar.

Karena itu untuk memelihara burung liar khususnya Burung Murai Batu ini ada beberapa Langkah perawatannya dan sebenarnya sangat sederhana, kita hanya cukup menghindari tindakan-tindakan yg akan menambah tingkat stressnya.

Tips ini tidak juga di peruntukan untuk burung murai saja, anda bisa menerapkannya kepada burung-burung liar lainnya dan bisa ada sesuaikan dengan karakter dan jenis burung masing-masing, dan di bawah ini adalah cara menjinakkan Burung Murai Batu yang masih liar atau giras, di ataranya adalah :
  • Gantangkan MB di tempat yg tenang, tdk sering dilewati orang, jauh dari suara2 bising atau yg bisa mengejutkannya, mempunyai sirkulasi udara yg baik & tidak terlalu panas (di atas 26derajat C) sperti di bawah atap seng.
  • Pada awal tiba di rumah bisa gunakan krodong dulu selama lebih kurang 1 minggu. Berikan multivitamin pada air minum & bila dirasa perlu berikan juga antibiotic untuk langkah antisipasi, karena kita tdk tau kondisi kesehatan MB yang sebenarnya pada saat kita beli. Ganti air minum dan bersihkan tempatnya dari endapan vitamin setiap hari.
  • Jangan terlalu tergesa-gesa untuk mengenalkan MB ( Murai Batu ) /  MH ( Muda Hutan ) dengan lingkungan yang ramai. Hasilnya bukan MB menjadi jinak tetapi kemampuan adaptasinya menjadi lambat dan yg lebih parah tingkat stressnya bisa menjadi semakin tinggi.
  • Juga tidak perlu tergesa-gesa mengajari MB MH ngevoer Berikan saja pakan kesukaan dia, seperti jangkrik, kroto, belalang, UH, UB atau yg lainnya. Berikanlah makanan dengan kuantitas yang cukup dan kualitas yang baik ( jangkrik yang sehat, kroto segar / tidak basi, dll ).
  • Jika ingin menjemur MB, jemurlah sebentar pada pagi hari.
  • Kalau ada indikasi MB kutuan, tidak perlu tergesa2 untuk mengobati dengan obat kutu, terlebih yang disemprotkan dengan air.
  • Intinya tunggulah dengan sabar sampai gejala stress hilang. Indikasinya, MB MH terlihat tenang, sehat, aktif, sorot matanya bersih & syukur-syukur mulai ngriwik atau ngeplong.

Mengajari MB MH makan voer ( Ngevoer )

  • Pilih voer yang sesuai untuk MB & usahakan yangg mudah memperolehnya di tempat kita.
  • Haluskan voer & taruh didasar cawan lalu masukan kroto pada bagian atas. Pd tahap awal tidak perlu diaduk.
  • Setelah kira2 7 hari coba aduk kroto dengan voer halus, dengan komposisi lebih banyak kroto daripada voernya.
  • Coba tingkatkan porsi voer secara bertahap setiap hari.
  • Setelah yakin MB mau makan voer ditandai dg warna kotorannya, baru tempatkan voer & kroto pd cawan terpisah.

Pemilihan Sangkar

Bisa di coba dengan menggunakan sangkar yang tidak terlalu besar dahulu pada perawatan awal MB MH. Tujuannya untuk memudahkan mengajari MB keluar masuk sangkar ke keramba untuk mandi.

Mandi

Pada tahap awal masukan cepuk mandi ke dalam sangkar pada pagi hari. Letakan pada posisi cepuk tidak terkena kotoran, Semprot halus MB dengan sprayer, tidak perlu basah & tinggalkan saja. Lakukan setiap hari sampai dia mau mandi sendiri dalam cepuk. Sebenarnya untuk mandi kita tidak perlu mengajari, karena MB kalau sudah didis secara naluriah akan mandi sendiri.

Kalau sdh terbiasa mandi daalm cepuk, coba ajarkan masuk ke dalam keramba mandi. dengan meninggalkan cukup 1 tangkringan saja & memindahkannya ke depan pintu sangkar. Biasanya denga sedikit menggusah MB akan melompat masuk keramba mandi.

Kapan MB MH mulai boleh dimandikan? bisa memulainya setelah gejala stress sudah tidak terlihat lagi & yakin MB MH sudah sehat. Ada anggapan bahwa baru boleh dimandikan setelah MB ngevoer, menurut saya tidak sepenuhnya benar. Sebab saya pernah ngerawat MB MH sampai bertahun2 belum mau ngevoer.

Penjinakkan

Taruh sangkar di lantai setiap kita memberi pakan/EF. Jika MB mulai tenang mulailah kenalkan dengan keramaian secara bertahap. Gantang dari jauh dulu sambil setiap beberapa hari didekatkan. Untuk jinak total sebenarnya kecil sekali kemungkinannya, tetapi setidaknya MB MH dapat beradaptasi & mentoleransi keramaian.

Jemur

Saya biasa mengeluarkan MB pagi-pagi sekali sebelum matahari bersinar dan menggantangnya di tempat di mana apabila sinar matahari pertama memancar langsung mengenai MB. Pada tahap awal cukup jemur sebentar saja (sekitar 30 menit). Setiap beberapa hari terus ditingkatkan lama penjemurannya. Perlu diingat jagan menjemur MB sampai mangap dan tampak terengah-engah, itu pertanda MB terkena Heat Stress ( Strees Banget )

Umur berapa MB MH mulai ngeplong

Tdk ada batasan pasti. Semuanya tergantung bakat MB dan pola perawatan yang tepat terhadap MB kita. Asal MB sehat secara fisik dan mental “Pasti Bunyi”.

Cara Mastering Suara Kicau Kenari



Apakah anda benar - benar maniak burung kenari? Jika Iya, tentunya anda pasti mengerti sedikit banyak tentang isian/ master kenari. Jika anda belum paham dan belum mengerti, itu sangat tepat karena kami akan membahasnya pada artikel edisi minggu ini. Mastering, melatih seekor burung dengan cara memodifikasi kicau kenari dan menentukannya sesuai dengan keinginan kita. Intinya yaitu dimana seekor burung yang kita master akan menirukan suara burung lain atau rekaman yang kita putarkan, asal masih di batas yang wajar dan dapat ditirukan burung kenari. Melatih dan mengisi suara kenari dengan cara mastering ini baru dikembangkan di Indonesia, belum ada negara lain di dunia yang menggunakan metode latihan seperti ini. Namun, memang tipe masyarakat kita yang tidak mudah puas jika hanya menderngarkan ocehan kenari biasa, pasti ada saja hal yang dilakukan sebagai bahan coba - coba demi menghasilkan hal yang unik dan berbeda.

Fenomena kenari master juga ramai akibat meningkatnya antusiasme hobiis kenari dalam mengikuti lomba. Banyaknya variasi dan sharing antar pemain lama kepada pemain baru membuat banyak orang memandang bahwa kenari lomba adalah kenari masteran. Apalagi jika melihat kenari F1 hasil persilangan antara kenari impor yang berbadan besar yang mempunyai suara nyaring khas kenari lokal pasti banyak sekali orang awam yang tertarik. Di samping itu, banyak juga yang meyakini bahwa masteran adalah bermaksud untuk memperbaiki ocehan burung lain agar lebih bagus saat dibawakan oleh burung kenari. Oleh karena itu, langsung saja kita bahas mengenai cara master kenari. Ada banyak faktor yang menentukan berhasil tidak nya mastering kenari.

Faktor Keberhasilan Master Kenari

  1. Usia : Perhatikan usia burung kenari, usahakan kenari yang anda master adalah kenari bahan atau kenari kecil yang berusia 1 - 1,5 bulan dan masih makan biji-bijian. Sama dengan manusia, burung kenari saat masih kecil daya ingat nya juga masih tajam untuk mendengarkan suara masteran, dan seiring bertambahnya usia daya ingat pun semakin menurun. Oleh karena itu disaat kenari masih kecil, sering - sering lah dengarkan lagu masteran pada kenari anda.
  2. Kontinuitas : Jika anda sudah mendengar suara kenari anda yang mampu membawakan suara isian tersebut dengan baik, jangan berhenti sampai disitu. Tetap perdengarkan suara tersebut setiap hari jika anda bisa. Karena kelancaran itu hanya sementara, istilahnya belum ngunci. Sewaktu - waktu suara isian tersebut akan kembali pada suara asli burung kenari. Setelah memasuki usia 7 hingga 9 bulan, kenari biasanya sudah terbiasa dengan suara yang kita isikan. Dan biasanya sudah dapat kita ikutkan lomba. Namun jangan lupa setelah kita ikutkan lomba ataupun latber tetap putarkan isian master anda, karena jika tidak akan rentan terganti.
  3. Kecerdasan : Faktor internal yang mutlak adalah tingkat kecerdasan dan daya terima. Masing - masing burung memiliki daya terima yang berbeda. Apabila daya terima lambat, maka cara master kenari apapun yang kita gunakan akan susah untuk masuk. Oleh karena itu demi meminimalisir lambatnya daya terima, usahakan pilihlah kenari unggulan yang jelas asal usulnya atau berasal dari indukan master handal. Biasanya turunannya juga membawa gen dan kecerdasan yang hampir menyerupai induknya.
  4. Lingkungan : Pilihlah lokasi yang mendukung jika ingin kenari anda cepat menirukan isian anda. Tempat yang terlalu ramai akan sangat mengganggu proses penerimaan suara. Kenari akan bingung jika banyak suara gaduh, dan ini akan mengacaukan hasil mastering yang telah kita lakukan. Lingkungan yang sepi dan alami akan membuat kenari lebih nyaman dan memudahkan proses penerimaan isian.
  5. Kesabaran : Ini adalah hal yang paling penting. Bagaimana kita mendoktrin dan merawat kenari master kita akan menentukan lama waktu mastering kenari. Proses ini tidaklah singkat, jika kenari anda cerdas, biasanya dalam waktu 2 bulan atau 3 bulan kenari anda sudah menguasai suara isian tersebut. Namun jika agak lambat, maka butuh waktu 5 sampai 6 bulan. Oleh karena itu tanpa kesabaran maka tidak mungkin berhasil.
Suara Masteran Kenari Yang Baik

Untuk memudahkan anda dalam memilih suara isian kenari yang bagus, maka dibawah ini kami berikan beberapa pilihan yang banyak digunakan oleh para penghobi sebagai suara masteran. Maaf kami belum bisa menyediakan suara master berbentuk file mp3 untuk anda download, mengingat waktu luang yang sedikit. Lain waktu akan kami upload kan suara masteran kenari yang kami miliki. Jika anda sudah memiliki burung gacor yang bersuara nyaring dan kristal, dapat langsung anda gandengkan, namun jika tidak file audio atau kaset pun bisa masuk asal anda telaten dan rutin memutarnya di dekat kenari anda. Berikut ini adalah beberapa suara burung yang dapat membuat kenari anda menjadi master kenari gacor :
  • Manyar
  • Cililin
  • Sanger
  • Burung Ciblek
  • Lovebird
  • Jalak Suren/jalak Uret
  • Burung Prenjak
  • Blackthroat Afrika
Untuk jenis yang lain yang tidak ada di list bukan berarti tidak bagus, daftar ini hanyalah alternatif dan yang sudah dicoba banyak orang. Jika anda mencoba suara burung lainnya dan cocok, itu merupakan pilihan anda.

Demikian artikel kami mengenai mastering kicau kenari. Sama seperti ternak kenari, untuk melatih kenari juga diperlukan kesabaran, oleh karena itu jangan pernah menyerah dan mencoba. Semoga dapat menjadi pengetahuan yang bermanfaat bagi anda pembaca setia usaha ternak. Guru terbaik adalah pengalaman. Salam ternak :D

Kenari F1

Pagi sahabat ternak, anda sekalian pasti merasakan bahwa bisnis dan ternak kenari mulai booming beberapa tahun belakangan kan? Kali ini, materi posting kami akan membahasa fenomena sedang ramai di kalangan para hobiis dan pemain kenari lomba. Postingan ini sekaligus menjawab pertanyaan banyak orang tentang kenari dan istilah yang sering di dengungkan oleh masyarakat. Yaitu kenari F1. Awalnya hanya kota - kota besar di Indonesia yang mulai mengenalkan istilah ini. Ya, F1, F2, F3 dan seterusnya. Mungkin para hobiis yang masih awam dan baru memulai memelihara kenari akan bingung dengan apa itu F1, bagaimana ciri ciri kenari F1 dan kenapa harganya begitu mahal? Semoga postingan ini dapat menjawab semua pertanyaan yang ada di benak anda pembaca setia usahaternak.com.

Fenomena kenari F1 mau tidak mau juga menaikkan rating burung kenari di dunia kenari lomba, terutama bagi penyuka kenari postur. Apalagi harga kenari f1 juga sangat tinggi. Akan tetapi jangan sampai mata kita tertutup hanya karena nama f1 ramai di kalangan penghobi kenari. Kita juga harus memahaminya sehingga dapat menarik kesimpulan sendiri. Bukan hanya menerima mentah - mentah kata seseorang.

Arti Sebenarnya dari Kenari F1

Tahukah anda, bahwa F1 atau F2, dan F yang lainnya itu bukanlah nama atau jenis varian kenari. Kebanyakan orang menganggap F1 adalah nama kenari, padahal itu adalah istilah, bukan nama ataupun jenis. Arti yang sebenarnya dari kenari F1 adalah burung kenari yang dihasilkan dari persilangan/perkawinan dua kenari yang berbeda. Sebagai contoh, seekor kenari f1 ys adalah anak(hasil persilangan) dari kenari lokal dan kenari import jenis yorkshire.

Kenapa disebut F ? F adalah singkatan dari Filial. Fillial adalah keturunan. Contoh lagi, kita mempunyai kenari yorkshire impor murni, dan kita kawinkan dengan kenari lokal, maka anakan tersebut nantinya adalah Filial Pertama (F1). Bisa disebut sebagai F1 Yorkshire, atau F1 Lokal. Begitu juga jika kita silangkan yorkshire tadi dengan kenari jenis lain, maka F1 nya bisa kita sebut F1 yorkshire maupun F1 jenis lain tersebut. Di bawah ini gambar kenari F1 Yorkshire

Ciri Kenari F1

Mengenai ciri, kita jangan terpaku dengan apa kata orang, ada yang bilang F1 postur besar dan lain - lain. Perlu kita teliti lebih lanjut dan kita runut garis keturunannya. Karena karakter kenari F1 pada dasarnya berasal dari karakter induk yang benar - benar ingin kita capai se-mirip mungkin. Dan untuk menuju "kemiripan" tadi kita harus terus menyilangkan dengan benar mulai dari F1, F2, F3 dst. Semakin banyak angka, maka semakin mantab dan mirip dengan tujuan awal kita, namun proses yang ditempuh cukup panjang.

Contoh, kita mengawinkan kenari Yorkshire, dengan jenis lokal. Jika kenari lokal tersebut memiliki performa dan kicauan yang bagus namun berpostur kecil, maka anakan pertama(F1) tersebut dapat memiliki gen yorkshire yang berpostur besar, panjang, jinggring namun kicauan suara kenari f1 tersebut bagus, tertolong oleh genetik dari kenari lokal. Nah, itulah tujuan sebenarnya dari persilangan, intinya untuk memperbaiki keturunan. Jadi, mengenai ciri kenari f1, sebaiknya anda sesuaikan dengan indukan di atasnya. Tanyakan kepada penjual mengenai riwayat burung kenari tersebut sehingga kita dapat mudah dalam melakukan persilangan ke depannya.

Persilangan Kenari Lanjutan (F2, F3 dst)

Setelah anda memahami mengenai F1, alangkah baiknya merangkak ke hal yang lebih dalam, agar ilmu yang kita dapatkan juga semakin banyak. Yaitu mengenai persilangan lanjutan, F2, F3 dan F selanjutnya. Hal ini dapat kita jadikan pelajaran, sehingga dalam menyilangkan burung kenari kita tidak hanya asal - asalan, tetapi tersusun rapi runut dari awal hingga akhir genetiknya, orang yang mampu dan mau melakukannya bisa disebut sebagai orang yang sukses ternak kenari. Supaya mudah, kita buat "perumpamaan" F dari kenari yorkshire

  • F1 YS atau Kenari F1 Yorkshire. Anakan pertama hasil persilangan yorkshire murni dengan kenari jenis lain, apapun itu. Bukan yorkshire murni dengan yorkshire murni.
  • F2 YS atau Kenari F2 Yorkshire. Jika kenari f1 betina maupun jantan yorkshire diatas kita silangkan dengan anakan dari Yorkshire murni, maka hasilnya disebut F2 YS atau filial kedua YS.
  • F3 YS atau Kenari F3 Yorkshire. Hampir sama dengan diatas, jika kenari F2 Yorkshire diatas kita kawinkan lagi dengan jenis Yorkshire murni, maka akan tercipta filial ketiga atau F3.
  • F selanjutnya, prinsipnya sama. Apapun yang ingin kita capai, entah postur maupun warna, semakin banyak angka di belakang F, maka suatu saat akan mencapai genetik yang pasti (fixed strain), biasanya diatas F4.

Setelah anda memahami mengenai garis keturunan burung kenari, jangan hanya berfikir untuk memenuhi selera pasar. Sebaiknya anda mulai berfikir untuk menemukan strain sendiri. Sehingga anda memiliki sesuatu yang khas yang dapat mengangkat nama anda sebagai ahli dalam ternak kenari varian tertentu.


Demikian postingan kami tentang kenari f1, semoga dapat meluruskan pemahaman yang salah dalam masyarakat mengenai kenari ini. Kesimpulan yang dapat diambil adalah F1 bukanlah jenis, itu merupakan istilah garis keturunan dan harga kenari f1 mahal karena merupakan perbaikan genetika. Oleh karena itu, jangan hanya memandang kenari F1 itu dari posturnya. Bisa saja kenari F1 tersebut bukanlah keturunan yorkshire yang berpostur besar, melainkan varian kenari yang memiliki kelebihan lain. Postur besar hanyalah masalah trend saja, kita harus bijak dalam memandang segala sesuatu sehingga kita tidak hanya serba ikut - ikutan saja dalam hobi kenari ini.

Perawatan Kenari Mabung Cepat & Mudah

Jumpa lagi dengan kami tim usahaternak, sudah tidak sabar kami ingin memberikan informasi lagi terkait usaha budidaya hewan ternak yang sahabat tekuni. Masih di dalam topik pembahasan kenari, kali ini kami akan memberikan tips mudah bagaimana cara menangani burung kenari yang sedang mabung/molting (rontok bulu). Pasti sahabat ternak ada yang saat ini sedang menggandrungi hobi maupun bisnis burung kenari merasa kurang nyaman dengan siklus yang satu ini. Banyak yang menyebutkan istilah mabung ini dengan mbrodol, ngurat, dan sebagainya tetapi intinya tetap sama, setiap burung kenari baik burung kenari import maupun lokal yang normal pasti melalui siklus ini. Selama mabung, kenari memerlukan banyak energi dan vitamin, terutama protein yang dibutuhkan minimal sejumlah seperempat dari total protein yang ada dalam tubuh untuk menghasilkan bulu baru yang baik. Tetapi dengan perawatan yang baik, proses mabung kedepannya akan berdampak baik bagi kenari sendiri. Penasaran? mari kita semakin mengenal lebih dekat mengenai ciri, perawatan, makanan, dan dampak dari kenari mabung.

Ciri-ciri Kenari Mabung

  • Bulu kenari rontok (mbodol), ciri-ciri ini sangat terlihat jelas (tanda utama). Bulu-bulu pada proses mabung pertama biasanya adalah masa pergantian bulu dari bulu kecil menjadi bulu dewasa sebagai proses pendewasaan kenari. Biasanya bulu yang dikeluarkan pada saat mabung pertama akan lebih baik dari bulu kecil dengan syarat selama proses pergantian bulu asupan vitamin bisa terpenuhi dengan baik.
  • Kenari malas bunyi, ciri-ciri ini juga muncul saat proses kenari mabung. Jika peternak kenari jeli proses mabung ini adalah momen dimana kenari me-reset suara masteringnya kembali ke suara aslinya, disini adalah kesempatan peternak untuk mencoba mastering lagi dengan suara/lagu yang lebih baik agar bunyinya bisa lebih berkualitas.

Cara Merawat Kenari Mabung

Cara perawatan kenari yang sedang mabung sebenarnya cukup mudah bila kita memahami apa saja yang harus dan tidak boleh dilakukan. Hanya ketelatenan dari peternak yang sangat dibutuhkan dalam perawatan kenari yang ganti bulu. Perawatan kenari harian yang terstruktur sangat diperlukan untuk melalui masa mabung kenari dengan sukses. Langkah dan struktur perawatan dan penyembuhan yang dapat ditempuh antara lain:

  • Pertama, pindahkan kenari yang sedang molting/mabung ke tempat yang lebih sepi dari keramaian atau lalu lalang orang dan binatang liar seperti kucing, anjing, atau binatang lain yang biasa mengancam ketenangan burung kenari. Dan penggunaan kerodong sangat dianjurkan dan kalau bisa lebih sering dikerodong sehingga suhu di dalam kurungan lebih stabil dan kenari bisa fokus menyelesaikan proses mabungnya.
  • Kedua, selama perawatan porsi makan kenari yang mabung harus ditambah, karena proses mabung sendiri memerlukan banyak sekali energi dan nutrisi. Semakin baik nutrisi yang didapat, pengaruh pada kenari setelah mabung semakin baik baik dari bulunya, fisik, maupun suaranya. Sangat dianjurkan menambahkan vitamin melalui buah dan sayuran segar. Atau dapat menggunakan multivitamin yang dicampurkan di dalam air minum atau pakannya.
  • Ketiga, jangan mandikan kenari yang mabung setiap hari, cukup seminggu sekali atau dua minggu sekali sesuai kebutuhan. Jangan lupa untuk menjemur kenari setiap pagi hari selama 30 menit, ingat jangan terlalu lama menjemur karena kenari juga membutuhkan kondisi sangkar yang lembab untuk proses mabung yang maksimal. Untuk menambah kelembaban bisa dilakukan penyemprotan pada sangkar tetapi jangan sampe terlalu basah karena bisa menyebabkan jamur.
  • Terakhir, jangan lupa berdoa agar proses mabungnya segera selesai dan tetap melatih suara kenari. Karena pada tahap molting kenari me-reset suaranya, sehingga kita perlu menginstall lagi dengan media bantu mp3, kaset, atau burung khusus mastering. 

Hal-hal yang Mempengaruhi Kenari Mabung

  • Umur burung sangat berpengaruh pada proses mabung, semakin tua proses mabung kenari semakin cepat karena kenari sudah adaptasi (berpengalaman) untuk mabung. Mabung sendiri bisa juga digunakan sebagai acuan kalau si kenari sudah mulai beranjak dewasa dan lebih siap kawin.
  • Mabung juga bisa disebabkan faktor musiman, ada kalanya proses mabung itu terjadi serempak pada beberapa kenari. Seperti halnya wabah, bukan tidak mungkin proses mabung kenari terjadi bersama-sama sehingga para peternak harus selalu siap menghadapi wabah ini.
  • Faktor alam juga mempengaruhi proses mabung pada burung, biasanya faktor cuaca dan suhu lingkungan juga ikut andil dalam proses ganti kulit burung kenari. 
  • Kenari mabung juga terjadi karena faktor hormon (birahi) yang mulai tidak stabil yang terjadi dalam siklus perkembangbiakan. Saat mabung atau mbrodoli burung kenari bisa saja dipengaruhi oleh hasrat kenari yang ingin kawin atau siap berkembang biak. kenari.
Pakan Khusus Kenari Mabung

Anjuran pakan kenari mabung memang cukup variatif, asalkan bisa melengkapi kebutuhan energi, vitamin, dan mineral kami pikir sudah cukup untuk sukses mabung. Pakan anjuran yang bersifat wajib bisa menggunakan biji kecambah, telur rebus, atau tulang sotong. Untuk penggunaan pakan gunakan pakan sehari-hari hanya saja selipkan sedikit demi sedikit nutrisi ekstra bisa melalui buah dan sayuran segar, atau multivitamin yang dicampur di pakan atau air minum kenari.

Lama Waktu Kenari Mabung

Waktu rata-rata proses kenari mabung antara 4 minggu sampai dengan 7 minggu, jika kurang dari itu atau lebih dari itu maka bisa dikhawatirkan proses mabung kenari tidak tuntas, atau malah proses mabung terus menerus. Faktor seperti karakter bawaan burung kenari juga cukup berpengaruh pada lama tidaknya proses mabung. Maka dari itu untuk menghindari hal tersebut usahakan selalu cukupi kebutuhan nutrisi kenari agar terjadi proses mabung yang ideal. 


Dampak Kenari Mabung

Bukanlah penyesalan yang akan didapatkan jika proses mabung selesai dilalui, para peternak saatnya memetik hasil kerja kerasnya. Burung kenari akan nampak lebih fit dan lebih segar karena bulu yang dihasilkan lebih baik dari sebelumnya. Belum lagi, para peternak bisa menikmati hasil latihan mastering selama proses mabung. Tentunya kenari akan lebih siap untuk dikembangbiakkan atau mungkin siap jadi kenari bahan untuk dikonteskan. Pasti ada hikmah dibalik kerja keras dan berdoa.

Sekian informasi tentang tips mudah merawat kenari mabung, semoga kenari anda selalu diberikan keberhasilan untuk melalui masa-masa ini. Tim usahaternak selalu berdoa untuk keberhasilan proses ternak kenari anda. Sampai jumpa lagi.

Budidaya dan Ternak Kenari

Pada awalnya kebanyakan pemula mencoba untuk membeli dan memelihara burung kenari untuk didengarkan suara kicauannya yang beraneka ragam. Selain itu, warna kenari yang bermacam - macam dapat menjadi penyegar dan penghilang stress bagi orang yang memeliharanya. Setelah memahami kicauan dan warna warna kenari, lama kelamaan akan terpikir sebuah ide untuk beternak kenari. "Apa jadinya jika kenari warna ini dikawinkan dengan yang ini?". Pasti itu akan menjadi misteri dan membuat kita penasaran. Maka tidak heran jika saat ini banyak sekali orang yang mencoba untuk ternak kenari dan menjadi penangkar burung kenari ini. Setelah sukses ternak kenari, kita bisa menjual kembali hasil budidaya kenari kita, namun inti dari ternak kenari yang baik adalah sebagai riset dan proyek percobaan kawin silang kenari. Baik itu burung kenari untuk hobi dan burung kenari kontes.

Banyaknya jenis kenari yang telah dikenal luas saat ini merupakan hasil ternak kenari dari para peternak/breeder yang nekad menyilangkan banyak varian burung kenari. Dengan demikian semakin hari akan semakin banyak kenari jenis baru yang bermunculan. Menggiurkan memang, namun beternak kenari tidaklah semudah seperti apa yang kita pikirkan. Banyak cara dan tiap breeder pasti mempunyai ciri khas tersendiri dalam budidaya burung kenari mereka. Pada sesi kali ini, saya akan membahas mengenai apa saja yang perlu diperhatikan dan cara ternak kenari yang umum digunakan sebagai pembelajaran dan dapat anda kembangkan sendiri sesuai keinginan anda.

Usia Kenari Yang Ideal Untuk Diternak
Usia adalah salah satu poin penting yang wajib diperhatikan jika kita ingin berhasil beternak kenari. Sebaiknya usia ideal kenari siap ternak adalah tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua. Burung kenari siap ternak biasanya berumur paling tidak 6 bulan untuk kenari betina dan usia 8 bulan bagi kenari jantan. Namun untuk kenari yang bertubuh besar seperti Kenari Yorkshire, usia minimal adalah 1 tahun. Karena Yorkshire lebih lama masa menuju birahinya.

Dapat Membedakan Kenari Jantan dan Betina
Sebagai peternak/breeder kenari, sudah merupakan kewajiban mutlak untuk tahu dan menguasai cara membedakan kenari jantan dan betina. Tidak sulit membedakan kelamin kenari bagi peternak senior. Mereka tentunya sudah hapal setelah sejenak melihat postur tubuh kenari. Bagi anda pemula yang ingin tahu caranya, baca artikel sebelumnya tentang cara membedakan kenari jantan dan betina.

Sarana Dan Tempat Beternak Kenari
Beternak kenari tidaklah sesimple yang kita pikirkan. Sedikit saja kita melupakan hal-hal kecil, maka kita akan kecewa jika tidak berhasil dalam budidaya kenari. Contoh hal sepele adalah posisi kandang ternak kenari. Kenapa lingkungan kandang ternak dan sarana itu penting? Karena jika kita salah dalam menaruh kandang kenari, maka banyak sekali binatang predator yang akan memangsa kenari kita. Penempatan kandang yang baik yaitu sangkar atau kandang kenari menempel di dinding, samping kiri dan kanan sangkar ditutup. Dan tempatkan sangkar di tempat yang bebas dari gangguan serangga atau binatang lainnya seperti tikus, cicak dan predator lainnya.

Beberapa cara untuk mengatasi gangguan dari serangan seperti semut dan kecoa, kita bisa kapur serangga (kapur ajaib) di sekeliling sangkar. Jika ukuran kandang ternak besar, kita bisa mengoleskan oli pada kaki kaki kandangnya. Sedangkan untuk mengatasi gangguan tikus dengan menempatkan sangkar di dinding. Dengan begitu dapat meminimalisir serangan tikus. Namun kadang tikus juga melewati celah yang kita lalaikan. Kandang terbaik adalah kandang aluminium yang rapat dan kokoh. Kendari tikus hanya mengambil pakan kenari, jika kita lengah maka tikus juga dapat memangsa kenari kita.

Proses Menjodohkan Burung Kenari
Jika anda sudah mempunyai sepasang kenari berkualitas yang cukup umur dan siap diternak, maka kita sudah bisa memasukkan kenari tersebut ke tahap penjodohan. Proses menjodohkan kenari yaitu kenari jantan dan betina di tempatkan pada sangkar yang berbeda. Namun kedua sangkar tersebut harus ditaruh pada posisi yang berdekatan. Salah satu kesalahan ternak kenari yang sering terjadi yaitu para peternak pemula buru - buru memasukkan kenari jantan dan betina ke dalam satu wadah. Hal ini lah penyebab utama kegagalan penjodohan burung kenari. Karena kenari dan betina belum pasti cocok satu sama lain. Dengan adanya proses penjodohan (menaruh kandang kenari secara berdampingan), maka kita dapat mengetahui kesiapan kenari untuk dikawinkan. Jika kedua kenari tidak cocok kita masukkan dalam satu sangkar, maka kedua kenari tersebut akan berantem. Apabila terjadi perkelahian diantara kedua kenari berlangsung lama dan salah satu kenari kalah, maka kita akan kesulitan dalam menjodohkan kedua kenari tersbut kedepannya. Apalagi jika kenari yang kalah adalah kenari jantan, maka si jantan akan trauma dan tidak berani mendekat pada betina. Bisa dibilang kalau terjadi hal seperti itu, maka penjodohan kenari kita gagal 70% untuk kedepannya.

Berikut adalah sedikit tips meningkatkan birahi kenari :
Burung kenari kita perbanyak makanannya dengan pakan kenari yang bergizi tinggi, misal telor puyuh, multivitamin dan lain lain. Kita jemur burung kenari kita setiap pagi hari, karena matahari pagi sangat baik untuk kesehatan dan menurunkan tingkat stress burung. Pada saat menjemur, kita usahakan kita dekatkan terus dua kenari yang sedang dijodohkan. Jika kita mempunyai kenari jantan yang lain, sekali sekali boleh kita jemur bersama dengan jantan lainnya, tujuannya agar birahi kenari betina dapat meningkat.

Proses Ternak Burung Kenari
Proses terakhir dan paling menarik adalah proses ternak kenari. Caranya yaitu dengan menyatukan kedua kenari (jantan dan betina) ke dalam satu sangkar. Namun, dalam akhir proses budidaya kenari ini tetap ada resiko kegagalan meskipun prosentase nya rendah. Ada beberapa hal yang perlu kita cermati. Diantaranya ciri kenari yang siap ternak.
Ciri - ciri kenari siap ternak (sukses dan jodoh) :
Saat kenari jantan didekatkan dengan kenari betina, maka jantan akan terlihat mengejar/menabrak kandang ternak kenari dengan bunyi yang keras, sedangkan kenari betina akan menggelepar-geleparkan sayap, itu adalah pertanda bahwa si betina siap dan minta dikawinkan. Kemudian pada sore hari menjelang tidur, kedua kenari tersebut akan tidur berdekatan. Kadang - kadang kenari betina dan jantan akan terlihat saling meloloh makanan. Jika didalam sangkar kenari betina kita beri sarang beserta isinya, maka kenari betina akan rajin merapikan sarang. Jika isi sarang sudah disusun itu berarti si kenari betina siap ternak.

Tidak ada aturan baku untuk beternak kenari. Kita boleh menyatukan kedua kenari kapan saja asal sudah memenuhi persyaratan diatas. Namun banyak ahli ternak kenari yang menyatukan kedua kenari pada sore hari agar hasil lebih optimal. Maksud untuk menyatukan kenari pada sore hari adalah supaya pada malam hari kedua kenari tersebut sudah tenang dan rukun, sehingga pagi hari sudah berjodoh. Karena setelah kenari itu berjodoh maka akan meminimalisir resiko kenari yang bertarung dan saling melukai. Meski begitu pemantauan secara berkala tetap perlu dilakukan, karena kenari dapat bertarung kapan saja tergantung kecocokan.

Setelah kedua kenari tersebut terlihat rukun, kita harus memperhatikan isi sarang si betina. Ambil dan gantilah sarang yang kotor dengan yang bersih. Dan sebagian isi sarang kita simpan di dasar sangkar, karena biasanya isi sarang yang ada di dasar sangkar akan dipindah kembali ke dalam sarang. Untuk merapikan sarang agar terlihat elok, biasanya kenari betina suka mencabuti bulu halus kenari jantan atau bulu halus dari kenari betina sendiri. Jika di dalam sarang sudah ada bulu-bulu halus, maka pertanda tidak lama lagi induk betina akan bertelor. Untuk mempercepat proses bertelor dan mengurangi resiko luka karena bulu halus dicabuti, kita bisa memasukkan kapas halus ke dalam sangkar secukupnya sebagai pengganti bulu halus tersebut.

Demikian tips sukses budidaya dan cara ternak kenari yang dapat saya berikan kepada para peternak pemula yang mampir di blog ini. Semoga dapat meningkatkan keberhasilan ternak kenari bagi anda semua yang hobi dan berniat menjadi breeder kenari yang handal. Lain breeder, lain caranya. Jangan berkecil hati jika gagal ternak kenari. Karena dengan kegagalan kita dapat belajar dan menimba pengalaman tersebut. Ingat, kesabaran akan membuahkan hasil yang manis. Tidak terkecuali dalam budidaya burung kenari.
Salam :)


Murai Batu Medan Super

Murai Batu Medan - Murai Batu merupakan salah satu koleksi favorit penggemar burung berkicau. Suaranya yang merdu dan bervariasi, serta ekornya yang lebih panjang dari badannya menjadi daya tarik utama burung ini. Spesies burung ini bermacam-macam menurut tempat hidupnya: Murai Batu Aceh, Murai Batu Nias, Murai Batu Lampung, Murai Batu Lahat, Murai Batu Borneo, dan murai batu medan.

Murai Batu Paling Favorit?

Di antara yang lainnya, Murai Batu Medan adalah jenis yang memiliki banyak penggemar, meskipun habitat asli burung ini bukan di Medan. Hanya saja, dahulu burung ini berkumpul di Medan sebelum menuju daerah-daerah lain. Beberapa hal yang membuat burung kicau ini paling digemari daripada jenis lainnya adalah badannya yang tegap dan berukuran lebih besar daripada Murai Batu lain yang terdapat di Indonesia. 

Selain itu, bentuk kepala Murai Batu jenis ini lebih bulat dan bagus dibandingkan dengan Murai Batu yang lain. Terlebih, variasi kicau burung anggun ini juga lebih banyak, serta intonasinya lebih jelas dan keras. Burung cantik ini juga cocok menjadi peliharaan karena spesies Medan ini lebih mudah dijinakkan.


Cirinya?

Sekarang ini semakin sulit menemukan Murai Batu Medan super atau asli. Namun, burung ini masih dapat dikenali dari kaki dan ekornya. Warna kaki burung jenis ini biasanya merah kehitaman, namun semakin tua akan semakin menghitam. Jenis burung kicau nan elok ini memiliki warna bulu yang hitam mengkilap, khususnya ekornya, sehingga akan muncul warna kebiruan saat terkena sinar mata hari secara langsung. 

Bulu ekor Murai Batu yang dilabeli Medan ini lebih panjang daripada badannya, dan jenis berlabel ibukota Sumatra Utara inilah yang memiliki ekor paling panjang di antara yang lainnya, tergantung pada besar kecilnya ukuran badan burung. Selain itu, terdapat empat pasang bulu berwarna putih pada ekornya, serta muncul garis hitam memanjang dari pangkal bulu yang membagi bulu ekor menjadi dua bagian. Biasanya bulu ini membentuk huruf U. Para penggemar burung harus berhati-hati dalam mencermati ciri khusus burung idola ini agar tidak tertipu saat membelinya.

Perbedaan Kelamin Kenari Jantan dan Betina

Burung kenari adalah burung yang paling digemari dan dibudidaya saat ini, disamping penampilannya yang anggun dan beraneka warna, burung kenari juga dapat dilatih agar memiliki suara yang merdu. Ciri perbedaan burung kenari dibandingkan dengan burung yang lain adalah suaranya yang panjang dan melengking secara bersambung. Hampir semua orang yang beternak kenari pasti paham jika burung kenari jantan lebih berkualitas dari segi suara daripada kenari betina. Namun, bagaimana caranya untuk membedakan kenari jantan dan betina dari fisik nya?. Sebenarnya untuk membedakan jenis kelamin kenari itu gampang susah. Namun akan kami berikan beberapa tips untuk membedakannya dari segi fisik dan penampilan burung tersebut.
Cara Membedakan Kenari Jantan dan Betina
  • Untuk membedakan jenis kelamin burung kenari, kita sudah dapat melihatnya saat burung berusia 3 hari atau lebih. Cirinya adalah pembuluh vena di bagian sebelah perut turun menuju dubur. Maka hampir dipastikan burung kenari ini adalah kenari jantan. Karena pembuluh vena tersebut tidak akan tampak pada burung kenari betina. Sebaiknya hal ini segera dilakukan sebelum kenari jantan tersebut tumbuh bulu.
  • Selanjutnya, untuk membedakan kenari jantan dan betina, kita bisa mencari anakan burung kenari yang mampu melompat paling jauh dari yang lainnya, karena jenis kenari jantan lah yang dapat melakukan hal ini. Caranya yaitu dengan menaruh burung kenari tersebut pada handuk dan kita sejajarkan seperti posisi kuda pacu yang ada pada jalur pacuan. Setelah burung kenari melakukan lompatan, bisa kita bedakan mana yang paling jauh dan pendek lompatannya.
  • Cara berikutnya yaitu dengan melihat pusat paling bawah kaki. Pusat kaki yang paling panjang ada 3 telapak kaki yang memiliki panjang yang sama. Kenari jantan memiliki pusat kaki yang panjang dan sulit untuk bergabung dengan kaki yang lain. Sedangkan kenari betina kakinya mudah untuk bergabung, karena ketiga telapak kaki kenari betina memiliki ukuran yang sama panjang.
  • Dari segi badan kenari, kita juga bisa membedakan kenari jantan dan betina. Tepatnya di bagian tulang belakang burung kenari. Kenari jantan di sepanjang tulang belakangnya ada warna yang lebih tegas dan pekat. Sedangkan pada kenari betina, ada warna tegas namun tidak sampai sepanjang tulang belakangnya.
  • Kenari juga dapat dibedakan dengan melihat bentuk kepala kenari sebelum tumbuh bulu. Bentuk kepala kenari jantan terlihat lebih datar dan pipih, sedangkan kepala kenari betina lebih bulat. Saat memasuki usia 6 atau 7 hari, anak anak kenari akan mulai membuka mata. Kenari jantan saat membuka mata, maka mata tersebut akan sejajar dengan paruhnya. Untuk kenari betina, letak mata tidak sejajar atau diatas paruh. Hal inilah yang membuat kepalanya terlihat lebih bundar.

Jenis kelamin kenari juga dapat dibedakan dengan memperhatikan duburnya. Silahkan lihat gambar di bawah ini.


Demikian beberapa tips untuk membedakan kenari jantan dan betina. Hal - hal diatas sangat penting anda ketahui bagi anda yang ingin ternak kenari. Karena dengan kita dapat membedakan kenari jantan dan betina, kita dapat terhindar dari akal akalan oknum yang menjual kenari dengan kelamin yang tidak jelas. Semoga bermanfaat bagi anda yang berencana untuk budidaya kenari.


Kenari Merah

Akhir-akhir ini para penggiat burung kenari benar-benar dibuat kebingungan mengenai isu tentang sulitnya cara membedakan kenari merah asli dan perawatan alaminya. Selain karena isu kecurangan yang dilakukan oleh oknum penjual kenari dengan mengecat burung kenari agar bulunya berbadan merah, ada juga isu tentang penambahan bahan kimia berbahaya pada makanan yang terkesan memaksa kenari untuk berbulu merah. Wah-wah kalau yang seperti ini sudah keterlaluan ya sobat, bisa kena pasal tentang pemaksaan hewan (emang ada ya?).
Untuk mengobati rasa penasaran para sahabat ternak, kali ini tim usahatenak mencoba untuk mengupas tentang bagaimana cara membedakan warna merah asli pada kenari dan tips perawatan kenari merah asli agar mendapatkan bulu berwarna merahnya secara alami. Oke, tanpa berlama-lama langsung saja ya.

Cara Membedakan Kenari Merah Asli dan Palsu
Harga kenari merah lokal (Red intensif/red factor) yang belakangan cukup melambung memicu para penjual nakal untuk berbuat kecurangan dengan membuat kenari merah palsu alias abal-abal. Berbagai cara dilakukan seperti pemandian kenari berulang-ulang dengan cairan berwarna merah untuk mendapatkan warna merah pekat, atau menggunakan bahan kimia berbahaya seperti pigment atau bogena yang merupakan zat pewarna, dimana cara penggunaannya dicampurkan pada makanan ketika kenari akan mabung sehingga warna merahnya lebih sulit untuk dikenali kepalsuannya. Untuk menghindari penipuan yang dilakukan penjual nakal, kita bisa melakukan pengecekan terlebih dahulu pada ciri fisik burung kenari dengan cara sebagai berikut:

Lakukan pengecekan pada bagian tangkai bulu dan juga bagian-bagian tertentu seperti paruh, kaki, apabila warna merahnya terlalu tajam dan cenderung luntur bisa dipastikan itu adalah hasil penyiraman dengan cairan pewarna merah.
Menunggu saat mabung merupakan salah satu cara untuk mengenali bahwa kenari itu merah asli atau merah palsu, namun proses mabung memerlukan waktu sehingga pembeli harus bersabar. Cara alternatif yang bisa dipilih adalah dengan mencabut bulu dada kenari beberapa helai, dalam waktu 2-3 minggu akan muncul bulu baru, dari situlah kita bisa mengetahui warna asli burung kenari merahnya.
Kenari merah yang asli rata-rata dijual dalam keadaan sudah memakai ring (bukti identitas peternak) sehingga dapat dipastikan keasliannya. Dan usahakan membeli kenari merah langsung dari penjual kenari bersertifikat atau terpercaya.

Tips Perawatan Kenari Merah
Ketika budidaya atau ternak kenari merah, tentu yang menjadi terget para peternak adalah menghasilkan warna merah yang benar-benar merah dan sehat. Memang segala yang dari alam pasti disediakan oleh alam. Untuk mendapatkan warna merah pada kenari merah super seperti red intensif bisa menggunakan pakan khusus kenari merah alami yang mengandung banyak beta carotene sebagai zat perangsang pigmen warna merah pada bulu kenari. Selain menggunakan cara perawatan intensif kenari pada umumnya, penambahan pakan yang mengandung beta carotene seperti pada buah dan sayuran yang berpigmen merah seperti pada berry, cabe, paprika merah, cherry, tomat, labu, ubi-ubian, wortel, dan brokoli. Buah dan sayuran tersebut dapat dicincang atau diparut langsung untuk dicampurkan pada pakan kenari, atau dengan cara dikeringkan terlebih dahulu untuk selanjutnya dicampurkan.
Selain menggunakan pakan alami yang kaya akan beta carotene, bisa juga dengan mencampurnya dengan canthaxanthin yang merupakan zat pewarna yang biasanya digunakan untuk makanan. Di Inggris penggunaan canthaxanthin memang bisa dicampurkan untuk pakan ternak unggas. Tetapi bagaimanapun juga sumber beta carotene alami jauh lebih baik bagi kesehatan kenari merah. Untuk pengaplikasian canthaxanthin dapat dilakukan dengan mencampurkan dengan pakan atau minuman kenari terutama berikan saat perawatan kenari yang sedang mabung. Sementara untuk pakan alami juga diberikan saat kenari mabung, bahkan harus terus berlanjut setelah kenari selesai mabung agar warna merahnya dapat terus dipertahankan.

Demikian sedikit informasi dari tim usahaternak mengenai tips memilih kenari merah asli dan cara perawatannya agar mendapatkan kenari merah idaman sobat ternak. Tetap waspada dan teliti dalam membeli kenari merah, karena modus jual beli kenari merah juga bermacam-macam semata-mata untuk mendapatkan keuntungan sesaat tanpa peduli kepuasan pembeli dan peternak kenari. Semoga tips dari kami bermanfaat, selamat berternak!

Karakter dan Sifat Dasar Burung Kenari

Dalam ternak burung kenari, ada beberapa hal yang wajib diketahui dan dipahami oleh para peternak kenari. Para peternak harus terlebih dahulu memahami karakter burung kenari peliharaannya, karena itu cukup menentukan keberhasilan ternak kenari yang mereka lakukan. Dengan memahami karakter atau sifat kenari juga mempengaruhi cara ternak kenari yang dilakukan para peternak. Berikut akan kami terangkan sifat alami dan beberapa hal yang menarik tentang burung kenari. Dan hal ini harus anda pahami sebelum memelihara burung kenari.

Karakter Utama Dalam Budidaya Burung Kenari
  1. Mudah beradaptasi, burung kenari sangat mudah menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan sekitar budidaya kenari.
  2. Penyanyi dan petarung. Apabila mendengar suara kenari lain atau melihat kenari lain, maka semangatnya langsung berkobar. Inilah hal yang menjadi favorit peternak kenari.
  3. Birahi yang cenderung mudah naik. Burung ini sangat labil birahinya, banyak penyebab yang dapat membuat naiknya birahi pada burung jenis ini. Variasi pakan yang kurang tepat, penjemuran yang berlebih atau melihat burung kenari betina dapat dengan cepat menaikkan tingkat birahinya. Tetapi hal ini juga menunjukkan burung kenari sehat.
  4. Mudah jinak. Karena kemampuan beradaptasinya yang tinggi, maka burung ini mudah jinak kepada manusia.
  5. Tidak mudah stress. Burung jenis kenari ini sudah ratusan tahun ditangkarkan oleh para petani kenari.
Dengan memahami karakter dan sifat burung kenari akan membuat peternak kenari bisa meningkatkan harga jual kenari karena peternak bisa mengaplikasikan cara beternak kenari yang baik.

The Pet Canary

Pengantar Pet Canary
  •  Spesies: Serinus canaria
  • Sebenarnya anggota keluarga finch, asli Kepulauan Canary
  • Liar kenari adalah kuning kehijauan lebih dari sebagian besar tubuh mereka dengan hamster kuning. Kenari domestik datang dalam berbagai warna cerah.
  • Canaries dapat hidup sampai 10 tahun.
  • Jantan kenari bernyanyi lebih baik daripada perempuan, meskipun kenari mungkin tidak bernyanyi sebanyak selama meranggas a.
  • Tidak membutuhkan banyak perhatian dan cocok untuk memulai pemilik burung peliharaan.
  • Canaries tidak burung sosial sehingga akan hewan peliharaan kenari tunggal akan senang.

Pet Canary Kandang
  • Dapatkan kandang terbesar mungkin, yang memungkinkan untuk kamar untuk penerbangan (burung kenari peliharaan tidak harus memiliki sayap nya dipotong dan harus mampu terbang di kandang untuk latihan).
  • "Flight" tipe kandang adalah yang terbaik (rumah yang dibangun atau komersial) karena mereka dirancang untuk memberikan ruang untuk bergerak. Ingat bahwa kandang panjang lebih baik daripada yang sempit tinggi (ketinggian tidak semua yang penting). Cobalah untuk mendapatkan kandang minimal 24 inci panjang.
  • Perhatikan jarak antara bar - tidak lebih dari 1/2 inci.
  • Kandang kawat yang terbaik, kayu atau bambu kandang terlalu sulit untuk tetap bersih.
  • Bertengger: bertengger kayu bervariasi diameter bekerja terbaik (3/8 sampai 3/4 inci). Beberapa penjaga kenari bertengger mengubah bulat mulus oleh gesekan mereka dengan gergaji atau pisau utilitas, cukup membuat permukaan sedikit tidak teratur (lebih mudah untuk pegangan dan berbagai dapat membuat bertengger lebih nyaman untuk kaki kenari itu). Jangan gunakan amplas bertengger selimut.
  • Suhu: kenari cukup kuat dan dapat disimpan pada suhu kamar. Jauhkan kandang dari draft, AC dan jendela yang menerima sinar matahari langsung (kandang dan kenari bisa mendapatkan terlalu panas).
  • Cahaya: menutup kandang di malam hari, pada saat matahari terbenam (kecuali Anda tinggal di daerah dengan malam yang sangat panjang atau hari seperti jauh di utara). Canaries perlu istirahat dan akan melakukan yang terbaik jika diberi siklus terang / gelap yang mendekati perubahan alam. Menjaga mereka terlambat dengan cahaya buatan tidak sehat bagi mereka.
  • Mainan: menyediakan mainan, tetapi menempatkan mereka dalam kandang dengan cara seperti mereka tidak menghalangi penerbangan ruang angkasa. Kenari Anda mungkin menikmati ayunan, cermin, lonceng, dan menggantung mainan kayu atau akrilik.
  • Air bersih harus tersedia setiap saat.
  • Sebuah piring dangkal air atau mandi khusus dibeli di toko hewan peliharaan harus disediakan setidaknya 3-4 kali seminggu untuk mandi.

Feeding Anda Pet Canary
  • Campuran benih berkualitas baik yang cocok untuk burung kenari dapat menjadi andalan dari makanan mereka.
  • Diet pellet cocok untuk burung kenari dapat ditawarkan juga - ini tidak cocok sebagai benih namun banyak pemilik menyimpan sepiring pelet di kandang bersama dengan sepiring biji.
  • Makanan segar dan hijau juga harus ditawarkan. Pilihan yang baik meliputi apel, jeruk, pisang, paprika hijau, jagung kaleng, jagung segar rebus, brokoli dimasak, bayam mentah, dandelion mentah, collard hijau mentah, lobak Swiss mentah, pir, peach, stroberi, mentimun, labu, dll Potongan-potongan telur rebus juga bisa ditawarkan sesekali.
  • Hanya biji tumbuh adalah mengobati sangat baik untuk kenari Anda. Untuk tips lihat "The Scoop pada Sprouts."
  • Seperti biji yang dimakan lambung dapat dibiarkan di piring, sehingga pada sekilas hidangan benih mungkin terlihat penuh padahal sebenarnya itu hanya lambung. Meniup lambung dari hidangan benih setidaknya setiap hari dan mengisi benih yang diperlukan.

Sumber: http://burung-ku.blogspot.com/2012/11/the-pet-canary.html



Natural History Of Birds

Habitats

A habitat may be defined as the environment or ecological community where an animal or plant normally lives. Like mammals, birds occupy the full range of habitats in North America, from High Arctic pack ice to the Chihuahuan Desert of Mexico and the Southwest.
North American habitats can be characterized by their dominant plant communities and/or geological features. Habitats encompass both broad, general types, such as hardwood or coniferous forests, and finer distinctions, such as oak-hickory or maple-basswood hardwood forests and subalpine mixed conifer forest.
Many widespread bird species, such as Ovenbird, nest in all types of hardwood forests, but other species require very specific habitat types to survive. Red-cockaded Woodpeckers nest only in longleaf and loblolly pine savannas of the Southeast. Such habitat specialists are usually the species in greatest need of conservation attention; some are considered vulnerable to extinction.
A region of the country may contain a nearly uniform habitat type, such as the shortgrass prairie that stretches from the Panhandle of Texas to southeastern Colorado; but most regions support multiple habitats. Peninsular Florida, for example, embraces the Everglades, mangrove and subtropical forests, and prairies. (For more information on regions and habitats, consult the Bird Conservation Regions map at http://www.nabci-us.org/bcrs.html.)

Aquatic habitats:—Birds occupy many aquatic habitats, including riparian areas (along rivers) and lakes, ponds, swamps, and marshes. Saltwater pelagic (oceanic) and littoral (near shore) habitats are home to a great variety of seabirds, some of which—including the alcids, tubenoses, and tropicbirds—spend many consecutive years at sea before coming to land to nest. Within these aquatic environments there are distinct habitats where birds congregate. On the ocean, some of these are defined by currents, such as the Gulf Stream and the California Current, others by submarine topography, such as the continental shelf, where the continental landmass drops off steeply. The shelf is cut by canyons that create upwellings of seawater that draw prey items to the surface. Some seabirds are specialized foragers in these offshore habitats: Audubon’s Shearwater is most numerous around large rafts of pelagic algae, home to many small fish and other prey. Gadfly petrels, by contrast, may roam vast areas of ocean in search of less concentrated prey, such as cuttlefish and squid.

Habitats of migratory birds:—Migratory birds and birds that make irregular movements out of their core ranges may occupy many different habitat types over the course of a year. Migrating species have both breeding and wintering grounds, as well as intermediate stopover or staging sites, areas with adequate food resources that allow them to fatten up for their onward journey. Habitats used during migration and in winter do not always closely resemble those of the nesting grounds. For example, many Neotropical migrant species winter in Caribbean mangrove forests, the lushly forested montane slopes of eastern Mexico, or the diverse forests of the Andes or Amazon Basin—habitats that are quite different from the forests of the North where they breed. In addition, adverse weather conditions such as fog, rain, contrary winds, or storms can force migrants to land in habitats they might not otherwise occupy: migrating birds are often seen in tiny city parks and cemeteries or on ships and offshore oil-drilling platforms.

Adaptation to habitat:—Bird species adapt to their habitats in remarkable ways. Some desert species, for instance, have never been observed drinking water: they apparently draw the moisture they need from seeds or insects. In Arctic regions, ptarmigan survive winter storms by roosting inside snowdrifts. The seafaring albatrosses may remain airborne for days at a time, "sleeping" on the wing by shutting down parts of the brain not needed for flight. Some species are capable of adapting well to human environments when their natural habitats are destroyed by development: in the Southeast, Black Skimmers and many species of tern have nested on the flat roofs of shopping malls, which replace their usual beach nesting areas.

Foraging

When not resting or preening, birds are usually searching for food. Birds often forage in challenging environments: White-throated Swifts zoom far above the clouds, chasing tiny insects and spiders aloft, while Common Murres dive for small fish hundreds of feet below the ocean surface. Most birds specialize in their foraging methods to some degree, and they easily identify some. Dowitchers, for instance, feed by rapid, regular jabs of their long bill into muddy substrates, a rhythmic "sewing machine" motion that permits their identification as dowitchers even at a distance. When trying to identify a small woodland bird, one can often narrow down the possibilities by noting whether it gleans from twigs and leaves (as do many warblers), plucks from the outermost tips of branches while clinging (parids), hover-gleans from needle clusters (kinglets), picks from bark crannies (nuthatches), or excavates from holes in bark made by blows of the bill (woodpeckers).

Many species of birds that share a common habitat employ different foraging techniques or exploit different food resources. Trogons, cuckoos, and the larger vireos, for instance, all move slowly through the forest canopy, watching for caterpillars and other insects and capturing prey by gleaning or a quick sally; their size differences, however, ensure that they compete very little, as the larger species take prey too large for the smaller birds to eat and do not take the smaller prey.

Some bird species forage cooperatively. Roadrunners kill rattlesnakes in pairs, and Harris’s Hawks hunt rodents in small teams. Foraging woodland birds often travel in mixed-species flocks, or guilds, led by parids.

Storing food:—A few species—notably shrikes, parids, corvids, and some woodpeckers and owls—store, or cache, food for later consumption. Species that forage heavily on pine nuts, such as Clark’s Nutcracker, hide thousands of nuts and are able to remember these locations for long periods of time. Several acorn-eating woodpeckers often store nuts in "granary trees."

Breeding

Most bird species breed just once or twice a year, during their breeding season. Males often have more brightly colored plumages and sing more frequently at this time.

Courtship:—Birds employ a great variety of courtship strategies before nesting, including songs, flight and ground displays, and offerings of food and sometimes nests or burrows. Songbirds (passerines) tend to stake out territories and sing to entice females. In several species of grouse and shorebirds, males gather together in a lek and display collectively for females, engaging in a variety of dancing and drumming behaviors. Truly flamboyant courtship displays are not uncommon in North American birds: cranes, prairie-chickens, ptarmigan, several grouse, and Wild Turkey put on the most spectacular shows; some woodpeckers, raptors, hummingbirds, and swifts also have remarkable elements in their displays.

Mating and nesting:—Many bird species are monogamous: the male and female remain together throughout at least one breeding season and usually raise the young together. Less common mating systems include polygyny (males with multiple female mates) and polyandry (females with multiple male mates). Many birds employ variations of these systems.

Birds lay their eggs in nests, burrows, or nest-scrapes from below ground level (Burrowing Owl) to the tops of trees (Bonaparte’s Gull). Their nesting grounds range from backyards to tiny, rocky islands far out in the Pacific Ocean. Small land birds usually nest solitarily within a territory, while many water birds nest in colonies. Some birds lay their eggs in other birds’ nests, a strategy known as brood parasitism (Brown-headed Cowbirds do so exclusively, thus engaging in obligate brood parasitism); they allow the host parents to raise their single nestling, which may eject other eggs from the nest after hatching.

The chicks of some species hatch naked and blind and are called altricial young; others—notably galliform and shorebird chicks—are precocial, born feathered and sighted and able to scamper around and feed themselves just minutes after hatching. Parental care varies tremendously among bird species, but most parents feed, protect, and care for their young until fledging—that is, when the young bird is able to fly and leave the nest. In some species, including cranes and several corvids, the young stay with their parents for nearly a year or longer as they learn migratory routes and foraging strategies.

Flight

All North American bird species (with the exception of the extinct Great Auk) are capable of flight—a feat that looks effortless but is in fact a complex activity, crucial for a bird’s survival, that requires learning, skill, and athleticism. Birds take to the air by flapping the wings, spreading the wings into a strong wind, or dropping from a perch while opening the wings. Flapping creates thrust, or forward momentum, and this enables the wings to create lift: air flowing over the top of the wings moves faster than air flowing below the wings, making the air pressure above the wings lower and thus lifting the wings and the bird with it. Birds show many other adaptations for flight: light, hollow bones, streamlined bodies and bills, and tails that serve as rudders for steering.

Wing shape:—Wing shape varies markedly among bird species, even closely related ones. The aspect ratio of a bird’s wing is the relationship of its length to its width. Birds with relatively short, wide wings have a low aspect ratio, whereas birds with long, narrow wings have a high aspect ratio. Such a technical term may seem unnecessary for field identification, but its implications for flight are readily apparent in the field: birds whose wings have a low aspect ratio, such as the alcids, flap their wings rapidly and seldom glide, while those with a high aspect ratio, such as albatrosses, may not have to flap for hours at a time. A bird’s ability to fly is also influenced by its wing-loading: the relationship between its weight and its total wing area. Albatrosses, which are very heavy and have rather narrow wings, have relatively little overall wing area and thus high wing-loading; it takes a stiff breeze to keep these birds aloft. In contrast, many raptors have lower wing-loading—they are rather light-bodied and have long, wide wings—which permits them to soar (stay aloft with relatively little flapping) or to kite (hang over one spot with minimal flapping) under a variety of conditions.

Hummingbirds are known for their ability to hover in one spot, a manner of flying that requires enormous energy resources; they are also the only birds able to fly backward, a feat made possible by the configuration of the joints and musculature of the wings. Dippers, alcids, and many shearwaters, which inhabit aquatic environments, use their broad, short wings for underwater propulsion. Swifts adjust their scythe-shaped wings almost constantly in flight, which gives them the aerodynamic agility they need to capture tiny airborne insects.

Migration

In the narrow sense, migration indicates a regular, usually annual movement of a bird or other creature from one area to another. Many species of birds make regular migrations between breeding and wintering areas, driven by the presence of food and favorable climate in different places at different times of year. Literally billions of birds migrate to and from (and within) North America each year, mostly in spring and fall. Birds exert tremendous energy while migrating, and they rely on both favorable winds and updrafts to ease their passage. Such conditions are found especially in the mountains, where winds strike the ridges and are deflected upward, causing lift. Many species that nest on land are not adapted to aquatic environments and thus do not like to be caught out over large bodies of water while migrating; concentrations of migrants seeking pathways that avoid water crossings are often seen along coastlines (of lakes, rivers, and oceans), on islands, and at the tips of peninsulas.

At a few places in North America, it is possible to stand and watch migrants passing in almost uncountable numbers: on occasions, over a million American Robins have passed Cape May Point, New Jersey, in a day, and similar counts of Short-tailed Shearwaters have been seen passing offshore of Gambell, St. Lawrence Island, Alaska. Most passerines migrate at night, passing over large areas in a single evening, detected only by their calls (or with radar technology).

In the past, biologists described four basic “flyways” of migrants in North America, especially for waterfowl. Modern ornithologists recognize that migratory pathways and overall strategies for migration are not so simple to describe. Neotropical migrants travel to tropical areas—from Mexico and the Caribbean south to temperate South America. Most Neotropical migrants are passerines, but various raptors, shorebirds, seabirds, nighthawks, and cuckoos also migrate through or to the tropics. Short-distance migrants generally remain within North America, most of them migrating earlier in spring and later in fall than Neotropical migrants. Some species move in response to unfavorable conditions, whether a crash in food resources or a period of inclement weather. These movements are sometimes called facultative migrations or, in some cases (as with northern finches and owls), irruptions. Birders often call these movements “influxes,” “invasions,” or simply “flights.”

How birds navigate to their final destination—often to the same acre where they were raised—is not well understood. Birds use a variety of visual cues, such as the sun when migrating by day or the stars when migrating by night, to orient themselves so they fly in the appropriate direction for their destination. Some species are known to use the earth’s electromagnetic fields or polarized light to orient themselves while migrating. Some birds, such as geese and cranes, begin migrating with their parents and apparently learn specific routes from them and others in the flock; such birds probably recognize and follow certain rivers, ridges, and coastlines. Migratory skills in most species, however, appear to be innate rather than learned. In most migrants, hormonal changes triggered by the changing length of daylight stimulate migratory behavior.


Sources : http://burung-ku.blogspot.com/2012/11/natural-history-of-birds.html

Great Backyard Bird Count

The 16th annual Great Backyard Bird Count (GBBC) will be held February 15-18, 2013. The GBBC is an annual four-day event that engages bird watchers of all ages in counting birds to create a real-time snapshot of where birds are across the U.S. and Canada. Please visit the official website at www.birdcount.org for more information.
Each checklist submitted by these citizen scientists helps researchers at the Cornell Lab of Ornithology and the National Audubon Society learn more about how birds are doing – and how to protect them and the environment we share. Last year, participants turned in more than 104,000 checklists online, creating the continent's largest instantaneous snapshot of bird populations ever recorded.
"This count is so fun because anyone can take part -- we all learn and watch birds together -- whether you are an expert, novice, or feeder watcher.  I like to invite new birders to join me and share the experience. Get involved, invite your friends, and see how your favorite spot stacks up."
-Gary Langham, Chief Scientist
Anyone can take part in the Great Backyard Bird Count, from novice bird watchers to experts. Participants count birds for as little as 15 minutes (or as long as they wish) on one or more days of the event and report their sightings online at www.birdcount.org.
Bird populations are always shifting and changing. For example, 2012 GBBC data highlighted a huge southern invasion of Snowy Owls across much of the United States. Participants counted 666 Snowy Owls on 267 checklists, as compared to the previous high of 237 birds in 2009. Experts believe that Snowy Owls move south from their usual arctic habitats in years when prey, such as lemmings, are scarce.
On the www.birdcount.org web site, participants can explore real-time maps and charts that show what others are reporting during the count. The site has tips to help identify birds and special materials for educators. Participants may also enter the GBBC photo contest by uploading images taken during the count. Many images will be featured in the GBBC website’s photo gallery. All participants are entered in a drawing for prizes that include bird feeders, binoculars, books, CDs, and many other great birding products.

Source : http://burung-ku.blogspot.com/2012/11/great-backyard-bird-count.html

Bird

Birds
Temporal range: Late Jurassic–Recent, 150–0 Ma
O
S
D
C
P
T
J
K
N
The diversity of modern birds.
Scientific classificatione
Kingdom:Animalia
Phylum:Chordata
Clade:Dinosauria
Clade:Theropoda
Clade:Avialae
Class:Aves
Linnaeus, 1758[1]
Subclasses
And see text

Aves and Avifauna redirect here. For other uses, see Aves (disambiguation) or Avifauna (disambiguation).

Birds (class Aves) are feathered, winged, bipedal, endothermic (warm-blooded), egg-laying, vertebrate animals. With around 10,000 living species, they are the most speciose class of tetrapod vertebrates. All present species belong to the subclass Neornithes, and inhabit ecosystems across the globe, from the Arctic to the Antarctic. Extant birds range in size from the 5 cm (2 in) Bee Hummingbird to the 2.75 m (9 ft) Ostrich. The fossil record indicates that birds emerged within theropod dinosaurs during the Jurassic period, around 160 million years (Ma) ago. Paleontologists regard birds as the onlyclade of dinosaurs to have survived the Cretaceous–Paleogene extinction event 65.5 Ma (million years) ago.
Modern birds are characterised by feathers, a beak with no teeth, the laying of hard-shelled eggs, a high metabolic rate, a four-chambered heart, and a lightweight but strong skeleton. All living species of birds have wings- the most recent species without wings was the moa, which is generally considered to have become extinct in the 1500s. Wings are evolved forelimbs, and most bird species can fly. Flightless birds include ratites, penguins, and a number of diverse endemic island species. Birds also have unique digestive and respiratory systems that are highly adapted for flight. Some birds, especially corvids and parrots, are among the most intelligent animal species; a number of bird species have been observed manufacturing and using tools, and many social species exhibit cultural transmission of knowledge across generations.
Many species undertake long distance annual migrations, and many more perform shorter irregular movements. Birds are social; they communicate using visual signals and through calls and songs, and participate in social behaviours, including cooperative breeding and hunting, flocking, and mobbingof predators. The vast majority of bird species are socially monogamous, usually for one breeding season at a time, sometimes for years, but rarely for life. Other species have polygynous ("many females") or, rarely, polyandrous ("many males") breeding systems. Eggs are usually laid in a nest andincubated by the parents. Most birds have an extended period of parental care after hatching.
Many species are of economic importance, mostly as sources of food acquired through hunting or farming. Some species, particularly songbirds andparrots, are popular as pets. Other uses include the harvesting of guano (droppings) for use as a fertiliser. Birds figure prominently in all aspects of human culture from religion to poetry to popular music. About 120–130 species have become extinct as a result of human activity since the 17th century, and hundreds more before then. Currently about 1,200 species of birds are threatened with extinction by human activities, though efforts are underway to protect them.

Sources : http://burung-ku.blogspot.com/2012/11/bird.html